Hello,This is me!

Faisal Ahmad

As Fashion Men Enthusiast I'am a Travelloger! Photography is my passion I'am a Software Developer

Mei 09, 2021

Bukit Rhema (Gereja Ayam) - Rumah Doa Lintas Agama

Cerita perjalananku bermula ketika aku sudah bosan berwisata di Candi Borobudur dan mencoba destinasi lainnya di sekitar Magelang. Dengan naik motor hitamku, setelah pergi dari Svargabumi selanjutnya saya menuju ke Bukit Rhema (Juli 2020). Google menyebutnya "Gereja Ayam Bukit Rhema". Saya memarkir motor saya di kaki bukit, karena kendaraan yang boleh naik adalah hanya mobil jip yang disediakan petugas dikarenakan jalan yang terjal dan hanya bisa dilewati satu mobil. Namun, jalan masih cukup luas untuk lewati jika dengan berjalan kaki. Kalau selama pandemi, pengunjung dibatasi dan dibuat kloter yang hanya berjumlah sepuluh orang per kloter.

    Kalian akan diajak berkeliling ruang demi ruang di dalam gereja tersebut, dan juga kalian akan berkesempatan dalam mengisikan harapan kalian di dinding harapan (harapanku: "Menjadi Raja Bajak Laut" hahaha). Menurutku gereja ini memiliki interior dalam yang begitu unik, membuatku tidak bosan berkeliling. Di sini juga kamu akan dapat menikmati perbukitan dari atas gereja. Namun, untuk bisa naik ke bagian paling atas akan dibatasi per kloter yang lebih kecil mengingat anak tangga dan luas area bagian atas yang tidak begitu lebar. Pada bagian pantat bangunan ini, ada foodcourt yang menyediakan aneka kuliner khas Magelang (terutama olahan singkong). Stand kuliner juga tersedia dipinggiran jalan sebelum memasuki gereja. Selama di sini aku merasa bergitu diperlakukan seperti tamu, mulai dari warga sekitar yang dengan ramah membantuku untuk mengambilkan foto, bahkan warga sekitar membantuku untuk mendapatkan prioritas nomor anterian dikarenakan aku lupa karena sibuk makan di stand kuliner hehehe. Perjalanan ini ditutup dengan berfoto di bagian paling atas kepala gereja ayam ini dan melihat pegunungan yang membentang begitu luas. 

Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan!

    Bangunan ini dibangun pada tahun 1992 oleh Daniel Alamsjah. Gereja ini dibangun sebagai Rumah Doa bagi Segala Bangsa setelah doa semalam di tempat di mana Bukit Rhema dibangun. Bukit Rhema yang dikenal dengan Gereja Ayam berdiri di atas perbukitan dan dikelilingi pegunungan sehingga memiliki pemandangan yang begitu indah. Tak heran kalau Bukit Rhema menjadi salah satu spot melihat sunrise terindah di Magelang. Lokasi bukit ini tidak jauh dari objek wisata Borobudur.


Anyway!

    Ada beberapa fakta yang akhirnya saya sadari setelah saya berkeliling. Pertama, bagunan ini sebenarnya bukanlah berbentuk Ayam, melainkan berbentuk seekor Merpati bermahkota. Kedua, walaupun disebut gereja, namun kebanyakan warga sekitar beragama Islam dan bangunan tersebut sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan keagamaan Agama Kristen. Ketiga, ini bukan lah gereja, melainkan rumah doa, jadi tidak terbatas pada satu agama, jadi dapat dikatakan ini adalah rumah doa yang digunakan oleh semua umat beragama. Selama saya di sini, dalam hati juga saya berdoa dalam agama saya sendiri (menurutku tempat ini begitu khitmat). Andai semua orang bisa berdoa bersama sama tanpa harus saling ribut akan perbedaan. Saya pikir bangunan ini juga bisa menjadi simbol toleransi. Mungkin bagunan ini lebih cocok disebut "Rumah Doa Burung Merpati, Bukit Rhema".


Kalian bisa memanggil saya Faisal. Saya adalah seorang model busana yang begitu tertarik di dunia fashion dan fotografi. Saya menyukai hari-hari saya sebagai travelloger dan berinteraksi dengan banyak orang serta mengembangkan potensi daerah. Sampai saat ini saya berusaha membuat konten blog yang dapat bermanfaat untuk masyarakat.

0 comments:

Posting Komentar

Faisal Ahmad
Direct Message
Lampung, Indonesia

SEND ME A MESSAGE

Statistik