Hello,This is me!

Faisal Ahmad

As Fashion Men Enthusiast I'am a Travelloger! Photography is my passion I'am a Software Developer

Mei 12, 2021

Selamat Tinggal Solo

Momen pulang kampung adalah momen satu kali setahun yang benar-benar saya tunggu-tunggu. Merantau di tempat yang begitu jauh dari rumah membuatku kangen dengan suasana rumah. Saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan pesawat untuk menuju kampung halaman. Bandara keberangkatan yang aku gunakan adalah bandara baru di Yogyakarta, yaitu Yogyakarta International Airport (YIA). Saya memilih bandara ini karena memiliki rute tanpa transit menuju ke kampung halamanku, saya tidak begitu menyukai transit pesawat. Bandara ini terletak di wilayah Kulon Progo, Yogyakarta, tidak begitu jauh dari objek wisata Pantai Glagah. Bandara yang baru diresmikan di tahun 2020 ini hanya berjarak beberapa meter dari bibir pantai. Sepertinya konsep bandara ini seperti salah satu bandara yang ada di Jepang (sama sama terletak di pinggir pantai). Kalau dibandingkan dengan bandara Yogyakarta yang biasa saya sambangi, Bandara Adi Sucipto, bandara ini jauh lebih besar dengan fasilitas yang jauh lebih lengkap (walaupun beberapa fasilitas belum lengkap dibangun). Kalau dibandingkan dengan Bandara Adi Sucipto, YIA cenderung lebih sulit untuk diakses. Di tahun 2020 kereta bandara belum selesai dibangun, sehingga memanfaatkan stasiun terdekat, yaitu Stasiun Wojo Purworejo. Hanya ada sekitar tiga sampai dengan empat kali kereta prameks melintas antara Kota Yogyakarta dan Stasiun Wojo, sehingga manfaatkan waktu sebaik mungkin jika tidak ingin mencari kereta lain yang lebih mahal. Lalu, bisa juga menggunakan bus damri dari dan menuju YIA. 

        Cerita pun dimulai ketika saya memutuskan untuk pulang kampung ke Sumatera dengan berangkat dari YIA, perjalanan pesawat hanya memakan waktu 45 menit. Satu hari sebelum keberangkatan, saya putuskan untuk menginap di Yogyakarta sebelum esoknya menuju ke bandara. Dari Surakarta menuju Yogyakarta, saya menggunakan kereta prameks. Ini salah satu kegiatan yang saya sukai selama di Pulau Jawa, bisa naik kereta dengan harga yang murah dan pemandangan yang indah di sepanjang jalan. Saat itu saya mencari penginapan murah melalui OYO (edisi penghematan budget). Dengan menggunakan bantuan aplikasi Gojek semua keperluan beres, mulai dari antar jemput selama di jogja hingga pesan makanan (asal punya uang yang cukup). Esok paginya saya lanjutkan menuju stasiun yogyakarta menggunakan ojek online. Selama perjalanan dari Stasiun Yogyakarta menuju Stasiun Wojo membuatku merasa benar-benar menikmati hidup ini. Hamparan padi hijau ku lihat dari jendela kaca, sembari saya mencatat sesuatu di buku catatanku selama perjalanan. Hari yang begitu indah, suasana sederhana yang begitu aku rindukan. Pemandangan pagi hari nan asri ala pedesaan di Yogyakarta, ku tutup buku catatanku lalu ku lanjutkan memandangi indahnya hari itu. Pada saat itu saya berpikir, adakah di masa depan hari yang lebih indah dari ini. Akhirnya, saya sampai ke Stasiun Wojo langsung disambut dengan shuttle bus bandara yang sudah menunggu, hanya dengan membayar Rp. 25.000,00. Saya sampai di YIA sekitar pukul 10.00, sedangkan pesawatku pukul 15.00, terlihat lebay dengan datang lebih awal kah? Menurutku tidak juga, karena saat itu saya belum mengetahui seberapa sulit akses menuju YIA, jadi sebagai antisipasi saya datang lebih awal sekaligus melakukan rapid test covid di bandara. Saat jeda waktu itu, saya memuaskan diri dengan ber swafoto ria dengan baskground pegunungan di sebelah utara dan lautan di sebelah selatan bandara. Birunya langit dan laut saat itu membuatku tidak penat memandangnya dari Ruang Tunggu Keberangkatan Bandara Yogyakarta International Airport. Saat lepas landas, pemandangan pengungan kecil disertai lima buah gunung serta garis lurus batas bantai yang berwarna biru putih dan hitam membuatku seolah diberikan hadiah perpisahan berupa pemandangan nan menakjubkan yang belum pernah saya lihat sebelumnya.


Kalian bisa memanggil saya Faisal. Saya adalah seorang model busana yang begitu tertarik di dunia fashion dan fotografi. Saya menyukai hari-hari saya sebagai travelloger dan berinteraksi dengan banyak orang serta mengembangkan potensi daerah. Sampai saat ini saya berusaha membuat konten blog yang dapat bermanfaat untuk masyarakat.

0 comments:

Posting Komentar

Faisal Ahmad
Direct Message
Lampung, Indonesia

SEND ME A MESSAGE

Statistik